Makalah Tentang Integrasi Nasional
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang
integrasi nasional.
Harapan kami,
semoga makalah integrasi nasional ini dapat menjadi pedoman informasi mengenai integrasi nasional. Dan semoga makalah ini dapat
diterima dengan baik dan dapat dimanfaatkan di kemudian hari.
Akhir kata,
kami selaku penulis makalah ini menyadari bahwa makalah ini masih kurang. baik
dari segi penulisan maupun materi cakupannya. Oleh sebab itu, kami selaku
penulis makalah ini mengharapkan adanya kritik dan saran yang mendukung agar
makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi.
Semoga, makalah
ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Aamiin...
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Indrapuri, Aceh Besar, 24
Maret 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Integrasi Nasional
2.2 Faktor Pendorong Integrasi Nasional
2.3 Faktor Penghambat Integrasi Nasional
2.4 Bentuk Integrasi Nasional
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSAKA
Bab I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan sebuah Negara realitasnya terpisah
pada beberapa bagian dan tingkatan,dari segi geografis dipisahkan oleh lautan
dengan beratusratusan pulau yang belum diberi nama,bahkan pulau yang berada di
kawasan Kalimantan telah menjadi milik Negara Malaysia.
Apalagi perkembangan globalisasi sehingga membuat
masyarakat lupa akan budaya dasar dari Indonesia sendiri,dan juga masyarakat
modern yang sekarang ini kurang pengetahuan tentang hak dan tanggung jawab
sebagai warga Negara.Sebagai warga Negara yang baik harus memiliki rasa
Integrasi Nasional yaitu sifat kepedulian terhadap sesame dan rasa kesatuan
yang tinggi.
Integrasi Nasional adalah usaha atau proses
mempersatukan perbedaan yang ada pada suatu Negara sehingga terciptanya
keselarasan secara nasional. Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik
melalui kebudayaan ataupun melalui wilayah. Disatu sisi hal ini membawa dampak
positif bagi bangsa karna masyarakat bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan
bijak dalam pengelolaan budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun
menimbulkan sebuah kauntungan hain ini jug berhasil menimbulkan masalah yang
baru.
Bangsa Indonesia masih mengalami krisis multidimensi
yang menggancam kehidupan masyarakat. Salah satu masalah utama darikrisis besar
itu adalah ancaman disintegrasi bangsa yang hingga saat ini masih belum mereda.
Masyarakat juga harus mengerti pentingnya kerukunana antara agama, suku,
ras,dan budaya yang harus sealu di wujudkan melalui integrasi nasional.
Bangsa indonesi juga sering menyebut Integrasi itu sebagai perubahan padahal kedua istilah tersebut memiliki perbedaan. Integrasi diartikan
dengan integrasi kebudayaan, integrasi sosial, dan pluralisme sosial. Sementara
pembauran dapat berarti penyesuaian antar dua atau lebih kebudayaan mengenai
berapa unsur kebudayaan (cultural traits) mereka yang berbeda atau
bertentangan, agar dapat dibentuk menjadi suatu sistem kebudayaan yang selaras
(harmonis).
1.2
Rumusan Masalah
a.
Apa pengertian Integrasi Nasional
b.
Factor yang mendorong Integrasi Nasional
c.
Factor yang penghambat Integrasi Nasional
d.
Bentuk Integrasi Nasional
1.3
Tujua
a.
Mengetahui pengertian Integrasi Nasional
b.
Mengetahui peran penting dari Integrasi Nasional
c.
Mengetahui cara untuk memechkan masalah pada Integrasi Nasional
d.
Mengetahui faktor-faktor pada Integrasi Nasional
e.
Mengetahui proses tejadinya Integrasi Nasional
1.4
Manfaat
a.
Memperluas cakrawala berfikir mengenai masalah di Indonesia
b.
Melatih untuk berfikir kritis dalam menanggapi masalah dan keadaan di
lingkungan dan wilayah Republic Indonesia
c.
Membentuk sikap individual yang memahami keadaan negar Indonesia saat ini
d.
Menumbuhkan rasa untuk tanggung jawab sebagi warga Negara
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Integrasi Nasional
Integrasi berasal dari bahasa inggris
“integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Intergasi sosial
dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda
dalam kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Integrasi sosial
akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang
batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial. Di
Indonesia istilah integrasi masih sering disamakan dengan istilah pembauran
atau asimilasi,
Integrasi nasional adalah usaha dan
proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga
terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Seperti yang kita
ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan
ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa
karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau
mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, padahal kedua
istilah tersebut memiliki perbedaan. Integrasi diartikan dengan integrasi
kebudayaan, integrasi sosial, dan pluralisme sosial. Sementara pembauran dapat
berarti penyesuaian antar dua atau lebih kebudayaan mengenai berapa unsur
kebudayaan (cultural traits) mereka yang berbeda atau bertentangan, agar dapat
dibentuk menjadi suatu sistem kebudayaan yang selaras (harmonis). Caranya
adalah melalui difusi (penyebaran), dimana unsur kebudayaan baru diserap ke
dalam suatu kebudayaan yang berada dalam keadaan konflik dengan unsur
kebudayaan tradisional tertentu. Cara penanggulangan masalah konflik adalah
melalui modifikasi dan koordinasi dari unsur - unsur kebudayaan baru dan lama.
Inilah yang disebut sebagai Integrasi Sosial (Theodorson & Theodorson, 1979
dalam Danandjaja, 1999).namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini
juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru.
Sehubungan dengan
penjelasan kedua istilah diatas maka interasi nasional mempunyai pengertian
suatu proses penyatuan atau pembaruan berbagai aspek sosial budaya ke dalam
kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa yang harus
dapat menjamin terwujudnya keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam
mencapai tujuan bersama sebagai suatu bangsa.
Nazaruddin
berpendapat istilah integrasi nasional merujuk kepada seluruh unsur dalam
rangka melaksanakan kehidupan bangsa, meliputi sosial, budaya
ekonomi, maka pada intinya integrasi nasional lebih menekankan persatuan
persepsi dan prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Dengan demikian
Integrasi nasional dapat diartikan penyatuan bagian-bagian yang berbeda
dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh, atau memadukan
masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.
Proses Integrasi
Nasional biasanya akan dipengaruhi oleh aspek-aspek sosiologis dan
antropologis. Dalam prosesnya, integrasi dituntut adanya kesepakatan terhadap
nilai-nilai umum yang ada didalam masyarakat melalui proses :
a.
Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses seumur
hidup yang berkenaan dengan bagaimana individu mempelajari cara-cara hidup,
norma dan nilai sosial yang terdapat dalam kelompoknya agar dapat berkenbangan
menjadi pribadi yang dapat diterima oleh kelompoknya.
b.
Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok
manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu
kebudayaan asing.
c.
Asimilasi
Asimilasi adalah
pebauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan
asli sehingga membentuk kebudayaan baru.
d. Enkulturasi
Enkulturasi
merupakan proses mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikap individu
dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.
Contoh bentuk
integrasi nasional adalah sumpah pemuda yang menghasilkan nasionalisme dan
menyatukan rakyat Indonesia secara sosial dan politik, melalui semboyan “satu
tanah air, satu bahasa, satu bangsa”.
2.2 Faktor pendorong Integrasi Nasional
a.
Factor sejarah yang menimbulkan senasib dan seperjuangan
b.
Keinginaan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia, sebagaimana
dinyatakan dalam sumpah pemuda pada tanggal 28 oktober 1928
c.
Rasa cinta tah air di kalangan bangsa Indonesia
d.
Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara
e.
Kesepakatan untuk mewujudkan proklamasi kemerdekaan,pancasila dan UUD 1945
1.3 Faktor penghambat Integrasi Nasional
a.
Masyarakat Indonesia yang beraneka ragam dalam factor
agama,budaya,derah,dan ras
b.
Wilayah Negara yang begitu luas
c.
Besarnya kemungkinaan ancaman,tantangan dari bangsa asing mengingat
letaknya yang strategis
d.
Ketidak merataan dalam pembangunaan dan hasil pembangunaan
e.
Adanya paham “etnosentrisme” di antara suku bangsa yang menonjolkan
kelebihan budaya dari setiap daerah
2.4 Bentuk Integrasi Nasional
Asiliminasi yaitu, pembaruan kebudayaan yang disertai cirikhas kebudayaan
aslu. Alkulturasi yaitu, penerimaan sebagian unsure-unsur asing tampa
menghilangkan cirrikhas kebudayaan asli.
Integrasi nasional adalah upaya
menyatukan seluruh unsur suatu bangsa dengan pemerintah dan wilayahnya
(saafroedin bahar, 1998). “mengintegrasikan berarti membuat atau menyempurnakan
dengan jalan terpusah-pisah. Menurut howard wrigins (1996), integrasi berarti
penyatuan bangsa-bangsa yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu
keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang
banyak menjadi suatu bangsa. Jadi menurutnya, integrasi bangsa dilihatnya
sebagai peralihan dari banyak masyarakat kecil menjadi suatu masyarakat yang
besar.
Tentang integrasi, myron weiner (1971)
memberikan lima definisi mengenai integrasi yaitu :
a. Integrasi menunjuk pada proses penyatuan berbagai
kelompok budaya dan sosial dalam suatu wilayah dan proses pembentukan identitas
nasional, membangun rasa kebangsaan dengan cara menghapus kesetiaan pada
ikatan-ikatan yang yang lebih sempit.
b. Integrasi menunjuk pada masalah pembentukan wewenang
kekuasaan nasional pusat diatas unit-unit sosial yang lebih kecil yang
betanggotakan kelompok-kelompok sosial budaya masyarakat tertentu.
c. Integrasi menunjuk pada masalah menghubungkan antara
pemerintah dengan yang diperintah. Mendekatkan perbedaan-perbedaan mengenai
aspirasi dan nilai pada kelompok elit dan massa.
d. Integrasi menunjuk pada adanya konsensus terhadap nilai
yang minimum yang diperlukan dalam memelihara tertib sosial.
e. Integrasi menunjuk pada penciptaan tingkah laku yang
terintegrasi dan yang diterima demi mencapai tujuan bersama.
Sejalan dengan definisi tersebut, myron
weiner membedakan lima tipe integrasi nasional, integrasi wilayah, integrasi
nilai, integrasi elit massa, dan integrasi tingkah laku (tindakan integratif).
Integrasi merupakan upaya menyatukan bangsa-bangsa yang berbeda dari suatu
masyarakat menjadi satu bangsa.
Howard Wriggins (1996) menyebut adanya
pendekatan atau cara bagaimana para pemimpin politik mengembangkan integrasi
bangsa. Kelima pendekatan yang selanjutnya disebut sebagai faktor yang
menentukan tingkat integrasi suatu bangsa yaitu :
1) Adanya ancaman dari luar
2) Gaya politik kepemimpinan
3) Kekuatan lembaga-lembaga politik
4) Ideologi nasional
5) Kesempatan pembangunan ekonomi
Sunyoto Usman (1998) menyatakan bahwa
suatu kelompok masyarakat dapat terintegrasi apabila :
1. Masyarakat dapat menentukan dan menyepapakati
nilai-nilai fundamental yang dapat dijadikan rujukan bersama
2. Masyarakat terhimpun dalam unit sosial sekaligus memiliki
“croos cutting loyality”
3. Masyarakat berada saling ketergantungan diantara unit-unit
sosial yang terhimpun di dalamnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.
BAB III PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Integrasi berasal dari bahasa inggris
“integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi
nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada
pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.
Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik
dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif
bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak
atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun
selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah
yang baru.
3.2 Saran
Integrasi nasional sangat diperlukan
oleh negara indonesia karena dari integrasi nasional dapat mempersatukan
perbedaan-perbedaan yang ada di indonesia, sehingga tidak adanya konflik
perpecahan yang terjadi dikarenakan perbedaan semata. Walaupun indonesia ini
berbeda-beda suku, ras, agama, dan budaya, tetapi tetap indonesia adalah negara
yang satu yang mempunyai satu tujuan untuk memakmurkan negara Indonesia dan
meberikan perubahan yang baik bagi masyarakt yang ada di Negara Republik
Indonesia.
DAFTAR PUSAKA
Wibowo,
I, 2000, Negara dan Mayarakat : Berkaca dari
Pengalaman Republik Rakyat Cina, gramedia, Jakarta.
Winarno.
2007, Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi.
Bumi aksara, jakarta.
Buku
Panduan Kewarganegaraan Tahun 2014. Universitas Sriwijaya. UPT Mata
Kuliah Pengembangan Kepribadian.
Diakses
pada tanggal 12 februari 2015.
Buku
panduan siswa pendidikan kewarganegaraan pancasila kelas XI tahun
2013.Diterbitkan oleh Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar